Wajah-wajah teduh

Wajah-wajah teduh itu Aku melihat sekeliling. Mereka semua sibuk dengan aktifitasnya. Aktivitas yang membuat pundi-pundi pahala mereka bertambah,aktifitas yang tak pernah membuat mereka mengeluh karenanya, aktifitas yang manghabiskan tenaga dan fikiran mereka. Apakah itu??? Yappp .. mereka dalam posisi duduk pada sebuah mejelis ilmu. Ada yang mengisinya dengan memberi materi dalam majelis, dan adapula yang duduk asyik mendengarkan materi-materi yang di sampaikan dalam majelis ilmu tersebut. Aku iri melihat mereka yang begitu sibuk dengan hal-hal yang positif, kegiatan mereka semua tak ada yang sia-sia. Kalau lagi tak kuliah ku lihat mereka sedang asyik duduk mengambil posisi yang nyaman untuk membuka kalamullah (Al-qur’an). Ada yang membacanya, ada yang menghapalnya dan adapula yang hanya sekedar mengulang-ulang hapalannya. Yah, wanita-wanita muslimah . mereka memiliki wajah yang teduh! Senyum yang tak pernah lepas dari bibir mereka meski penat membelenggunya. Senyum yang tak pernah lepas meski semua orang mencemo’ohnya, senyum yang tak pernah lepas meski kita sering menjauhinya. Mereka sedang dalam keadaan terasing. Terasing karena syari’at yang mereka jalankan,pakaian syar’i yang mereka kenakan dan pergaulan yang mereka batasi karena banyaknya ikhtilat. Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing. Maka berbahagialah wahai orang-orang yang Asing. Memang sangat sulit menjalani hari-hari dalam kondisi keterasingan tapi Wajah-wajah teduh kalian akan selalu menghiasi benak-benak kami.

Rahasia sesungguhnya :)

PERnakh anda mrasa orang yg pling tdak brhrga dlam hidup anda,, mngkin kta prnah berfkir untuk lari dris sbuah msalah.. akan tetapi itu tidak akan menyelesaikn msalah tetapi akan mnambah msalah yang ada.. oleh sbab itu..hdapi msalah dgan hati trbuka dan pkiran jrnih...mka msalah akan prgi mninggalknmu... sbaliknya jika kmu mningglkan msalah mka msalah tsb akan trus mngejarmu sampai kmu bsa mnghdapinya...

Puisi Pak Tua

Bertabur bening bersahutan
angkasa biru menabur sejuk
angin lajur menusuk kulit
sinar terang menyelimuti
Situa Mulai Beranjak
Menabur diri Mencari sesuap
bAk Bunga Yang Layu
Tersapu air seluruh Jiwa
Merana Hati menengok Pak Tua
jIwa besi bErtangkai pilu
sukMa teriris Hati terPaku
Mengetuk hati si Berlebih
waHai Gusti ALLAh
koBarkan semangat si Pak Tua
Hapuskan semua derita
berikanlah ia bahagia
Jika PintuMu teLah terbuka
Luruskanlah jalannya
Kabarkan Pada Anaknya
Dia Telah berada di syurga...

Tahajjjuud ku

Hari per-1, tahajudku tertinggal Dan aku begitu sibuk akan duniaku Hingga dzuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai.

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama.
Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya Tapi… enggan sekali aku membaca Al-qur’an walau cuma 1 juzz Al-qur’an yg 114 surat , hanya 12 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata Tapi… ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan.
Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku Sorenya aku datang keMasjisd dengan niat mengikuti pengajian Tapi kucuekin kakakku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku. Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disamping kiri & kananku Padahal ba’da shubuh tadi betapa sulitnya aku merangkai Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdo’a.
 Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat dzuhur kelamaan bacaannya Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat, serunya saat perpanjangan waktu sinetron favoritku tadi malam.
Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku Hanya uang lima ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh.
 Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga Aku tersentak kaget mendengar kabar temanku kini Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya & ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud.
 kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya? Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan Dia bisa hinggap kapanpun dia mau. ¼ abad lebih aku lalai…. Dari hari ke hari, bulan dan tahun Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku.
 Ya ALLAH andai ini merupakan satu titik hidayah Walaupun imanku belum seujung kuku hitam Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas Saat aku melipat sajadahku…..

Edisi Curhat . .

aku selalu Merenung. akan semua Hal yang telah bnyak Qu lewati brsama Ke2 Orang tuaQ..... Aq sering membuatnya Marah.. sering buat mereka kecewa, sering buat mereka sakit hati.. bahkan pernah membuat mreka mnangiss tapi... mereka tidak pernah membenciku.. malah mereka selalu memberikan yang trbaik untukku.. mereka slalu menasihatiku, mmbimbingku.,, tak bosan mngajariku.. Aku pun kini sering mnangis sesal akan perbuatanQ... KU selalu berjanji dlam hati tak kaN prNah mngulangi kesalahanQ lagi.. Aq Sayang kalian.. di setiap sujudKu selalu ku sisipkan doa dan air mata untuk ksehatan,kbahagian,ksabaran kalian.. aku selalu brharaP agaR suatu saat keLak.aku bisa mmbhagiakan kalian,. mnjaga kalian,memelihara kalian di masa2 tua,. ku ingin mnjadi anak yang brbakti.. anak yang solehaa.. agar kalian bangga telah melahirkan aQ.. Ummi,...Abi... Makasih atas seMua yang kalian berikan.. Mungkin Aku tdaK bsa mmblas jasa kalian.. tapi ku ingin kau tahu,, selalu terselip keinginan yang besar untk mmbhagiakan kalian.. agar allah subhana wa ta'ala tahu.. bahwa kalian telah berhasil mendidikku mnjadi anak yang solehaa.. LUV You Mom n daD..Ku mncintai kalian stelah tuhanKU,.......... MAKASIH ATAS SEMUANYA........................

Flying without wings

waktu itu hari senin sekitar tanggal 21 januari,

 Rasanya seperti mimpi saja. aku berlayar di atas lautan awan yang begitu indah!!
 Bisa terbang meski tanpa sayap.
Melihat apa yang tak Pernah ku lihat sebelumnya.
Deretan rumah,persawahan,pegunungan dan gedung-gedung tinggi hanya terlihat seperti miniatur kota.
subhanallah.
aku baru tersadar atas beberapa penciptaanmu yang agung ini ya allah.

GUndah

Ketika matahari masih sibuk menyembunyikan jati dirinya, aku terkaget dengan bunyi alarm yang ada disampngku.!
ternyata waktu berlalu begitu cepat dan kini saatnya aku harus bangun kembali dari tidurku.
dengan mata yang masih sedikit menutup, ku kuatkan diriku untuk segera bangun dan beranjak dari tempat tidurku. dengan langkah yang masih oleng aku melangkah keluar kamar dan meuruni beberapa anak tangga menuju kamar mandi. kurasakan air begitu sejuk menyentuh wajahku, seketika rasa kantuk yang bergelantungan di diriku lari terbirit-birit meninggalkanku.!

====-

Aku duduk sedikit termenung di depan pintu kamarku, entah apa yang kini menggelayut diperasaanku. aku seakan banyak memikirkan sesuatu. entah apa itu , aku sendiri sulit untuk mendeskripsikannya.beberapa saat lamunanku  guyar saat telingaku mendeteksi adanya suara dari kejauhan yang begitu indah ku dengar, hhhmm ternyata tetanggaku sedang mengaji ( kebetulan kamarku berhimpitan dengan rumah tetangga), aku terdiam sejenak dan tiba-tiba muncul kegelisahan didalam hatiku. Aku tersadar bahwa sejatinya semua manusia didunia ini akan kembali kepada rabbnya. Dan aku belum banyak persiapan untuk bertemu dengan sang maha penciptaku. Aku merasa sangat Iri dengan orang yang mengaji itu, ia begitu taat.
kesejukanpun membaur begitu cepat dalam tubuhku, kurasakan aku begitu nyaman mendengar suara itu. Aku kembali termenung, memikirkan hubungan dan kedekatanku terhadap rabbku. mengkin inilah jawaban dari kegelisahan hatiku, kebimbangan hatiku dan kegundahan hatiku? mungkin aku belum pernah mengenal rabbku lebih dekat sehingga aku merasa kosong dan hampa?? mendengar tetangga mengaji saja sudah memberikan kesejukan terhadapku apalagi kalau aku sendiri yang melakukannya. apakah akan terasa lebih indah dan bahagia??. aku terus memikirkannya!!!