Cinta yang tulus berasal dari hati tak harus mngharap balasan perasaan yang sama...
kita hanya bisa mencintai lebihnya tergantung orang yang kita cintai menilai seberapa besar cinta kita,,...
jarang kta temukan orang yang kita cintai mencntai kita apa adanya...
maka dari itu jika kmu menemukannya..
janganlah kau lepaskan dia.,
karena mungkin dia tak akan datang untuk yang ke dua kalinya...
Tapi sebaiknya Kita memilih orang yang kita cintai juga mencintai Allah :)
Cinta _
- Minggu, 29 September 2013
Penyelesaian masalah
-
Pernakah anda merasa orang yang paling tidak berharga dalam hidup anda,,
Mungkin kita pernah berifkir untuk lari dari sebuah masalah..
Akan tetapi itu tidak akan menyelesaikan masalah tetapi akan menambah masalah yang ada..
Oleh sebab itu, hadapi masalah degan hati terbuka dan pikiran jernih...
Maka masalah akan pergi mninggalkanmu...
Sebaliknya jika kmu meninggalkan masalah maka masalah tersebut akan terus mengejarmu sampai kaimu bsa menghadapinya...
Pantulan
-
Cerita Dari Gunung
Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. " Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, " Aduhh!".
Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, " Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, " Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, " Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, " Apa yang terjadi?"
Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras,
"Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak " Kamu sang juara !" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema , tapi sesungguhnya itulah kehidupan."
Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya.
Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu
Harapanku Untu kalian :)
-
Aku selalu Merenung.
akan semua Hal yang telah bnyak Qu lewati brsama Kedua Orang tuaQ.....
Aq sering membuatnya Marah..
Sering buat mereka kecewa,
Sering buat mereka sakit hati..
Bahkan pernah membuat mereka menangiss
tapi...
mereka tidak pernah membenciku..
malah mereka selalu memberikan yang trbaik untukku..
mereka selalu menasihatiku,
membimbingku.,,
tak bosan mengajariku..
Aku pun kini sering mnangis sesal akan perbuatanQ...
Ku selalu berjanji dalam hati tak kaN perNah mengulangi kesalahanQ lagi..
Aq Sayang kalian..
Di setiap sujudKu selalu ku sisipkan doa dan air mata untuk kesehatan,kebahagian,eksabaran kalian..
Aku selalu berharap agar suatu saat keLak.aku bisa membahagiakan kalian,.
Menjaga kalian,memelihara kalian di masa2 tua,.
Ku ingin mnjadi anak yang berbakti..
anak yang solehaa..
agar kalian bangga telah melahirkan aQ..
Ummi,...Abi...
Makasih atas seMua yang kalian berikan..
Mungkin Aku tdaK bsa membalas jasa kalian..
Tapi ku ingin kau tahu,,
Selalu terselip keinginan yang besar untk membahagiakan kalian..
Agar allah subhana wa ta'ala tahu..
Bahwa kalian telah berhasil mendidikku mnjadi anak yang solehaa..
LUV You Mom n daD..Ku mncintai kalian stelah tuhanKU,..........
MAKASIH ATAS SEMUANYA........................
Hari Pertama di sekolah baru
-
Catatan kesatu
Hari pertama
Waktu masih
begitu remang-remang dan azan shubuhpun belum terdengar. Tapi aku sudah membuat
kacau isi rumah. Aku bangun pagi-pagi sekali, tidurpun rasanya gelisah. Rasanya
aneh saat aku mengingat-ingat tentang sekolah baru yang akan ku masuki. Tak ada
sesosok orang pun yang aku kenal di sekolah itu
Kecuali shofi. Shofi termasuk tetangga yang rumahnya tidak begitu jauh
dari rumahku. Ketika mendengar bahwa aku ingin pindah di sekolahnya ia pun
langsung buru-buru menelponku dan memastikannya. Kedegarannya ia sangat senang
ketika tahu aku akan sekelas dengannya nanti.
Menurut beberapa sumber yang aku
dengar jadi siswa baru itu sangat tidak menyenangkan. Karena semuanya serba
asing. Mulai dari tempat, suasana dan orang-orang disekeliling kita pun
semuanya asing. Memperkenalkan diri sebagai siswa baru dihadapan teman-teman
baru pun rasanya sangat aneh. Hal itupun yang membuat aku sedikit gelisah
ketika tidur.
Hari itu hari senin. Hari dimana
pertama kali aku akan masuk ke sekolah yang baru. Di hari sebelumnya aku sudah
janjian dengan shofi untuk berangkat kesekolah bersama-sama. Orang tuaku tidak
bisa mengantarku karena mereka harus pergi ke sebuah desa untuk suatu
keperluan.
Setelah sarapan pagi aku berubah
fikiran dan memutuskan untuk berangkat kesekolah setelah upacara bendera
selesai. Aku berfikir orang-orang akan melihatku asing ketika aku ikut upacara
di tengah-tengah mereka. Setelah
menelpon shofi untuk menyuruhnya tidak menungguku, aku langsung menelpon salah
satu staf guru di sekolah bahwa aku akan datang setelah upacara bendera telah
selesai. Setelah mendengar beberapa alasanku gurupun memaklumi dan membiarkan
aku datang ke sekolah agak terlambat.
Semenit sebelum upacara selesai
shofi menelponku agar aku bersiap-siap menuju sekolah agar tidak telat masuk
dalam kelas. Akupun bergegas menuju kesekolah.
“ Assalamu alaikum” kata pak Rudi
wali kelasku. Saat itu aku agak terlambat dan guru mata pelajaran bahasa
inggris sudah masuk dikelas. Sehingga pak rudi lah yang mengantarku menuju
ruangan kelasku.” Waalaikum salam” jawab teman-temanku. Maaf mengganggu bu’ ini ada siswi pindahan
yang mulai saat ini akan ikut belajar bersama-sama dengan kita. Pak rudi pun
menyerahkanku kepada ibu ningsih yang kebetulan sedang mengajar di dalam
ruangan kelas tersebut. Ibu ningsih
tersenyum ramah kepadaku. Hal itu sedikit membuatku tenang dan membuatku mulai
nyaman. Karena mata pelajaran saat itu
adalah bahasa inggris maka ibu ningsih pun menyuruhku memperkenalkan diri
dengan menggunakan bahasa inggris.
Saat itu aku tak berani menatap
teman-teman yang ada dihadapanku. Karena terus menunduk ibu guru pun menyuruhku
mengangkat kepala dan berkata bahwa aku tidak usah malu karena kita semua
adalah teman. Aku pun mengangkat kepalaku dan berusaha untuk Percaya diri.
Ketika aku mengangkat kepala dan berusaha mencari tempat duduk shofi saat itu
sosok yang pertama kali aku pandang adalah seorang cowok yang duduk dua bangku
dari belakang. Sejenak aku terdiam dan terkejut karena pandangan kami bertemu
dan saling beradu. Tidak ada kesan menarik saat pertama melihatnya hanya saja
ada sesuatu yang berbeda. Aku pun segera mengalihkan pandangan dan segera
memperkenalkan diri “ Hello i will
introduce my self, my name is Juliani.
You can call me july. aku pindahan dari
pesantren istiqomah dan sekarang berdominsili di jln. Sultan hasanuddin. Aku
melanjutkannya dengan bahasa indonesia. Beberapa teman cowo berteriak sambil
berkata nomor Hpnya berapa. Tapi aku pura-pura tak mendengar dan berusaha
tenang menghadapi suasana. Setelah
memperkenalkan diri, aku pun di suruh duduk paling belakang. Dan saat itu
bangku kosong hanya ada di samping ketua kelas. Aku pun langsung duduk di
samping ketua kelas.
Hai saya dika. Nyantai aja kalau
disini. Kalau ada yang tidak kamu mengerti tanya saja ke saya yah. Kata ketua
kelas kepadaku. Kesan pertama dia sangat ramah dan memang benar-benar sangat
perhatian kepadaku. Setelah jam
pelajaran bahasa inggris selesai teman-teman kelaspun mengerumuniku walau hanya
sekedar bertanya-tanya. Diantara kerumunan teman-temanku, aku tidak menemukan
sosok cowok yang pertama kali aku lihat didalam kelas. Aku mencoba mengalihkan pandanganku
kebeberapa sudut kelas, dan aku melihat
dia sedang berjalan keluar kelas dengan dua teman cowok yang lainnya. Sedikit
agak kecewa karena dia tak mampir untuk sekedar berkenalan denganku seperti
teman-teman yang lainnya.
Shofi mengajakku untuk jalan-jalan
keluar kelas agar bisa cepat berdaptasi. Tapi aku merasa agak canggung dan
malu. Jadi kami memutuskan untuk ngobrol-ngobrol di kelas saja. Aku membisik di
telinga shofi dan menanyakan nama cowok yang duduk di bangku kedua dari
belakang, shofi sedikit mikir dan bertanya yang mana yah. Itu yang orangnya
tinggi kurus. Ooh yang itu, shofi pun tersenyum sambil mengejekku dan membisik
pelan ke telingaku, namanya reza.
Tak beberapa lama ada tiga cewek
yang mendekatiku dan mencoba berkenalan denganku. Namanya yuni, aqilah dan
fira. Aku baru tahu kalau yuni,aqilah dan shofi adalah teman yang lumayan
akrab. Dan mereka pun mengajakku selalu bersama-sama dengan mereka. Saat itu
aku berfikir bahwa sekolah ini begitu menyenangkan.
Sekolah Baru (6 tahun yang lalu)
-
CATATAN SEKOLAH
Hari itu hari aku pertama masuk ke
sekolah yang baru. Beberapa guru yang melihatku mengira bahwa aku adalah siswi
yatim piatu. Aku teringat ketika hendak menemui kepala sekolah dan bertanya
apakah sekolah ini menerima murid pindahan atau tidak. Berhubung sudah tiga
bulan berselang setelah tahun ajaran baru. Saat itu usiaku baru menginjak
sekitar 15 tahun, mungkin kebanyakan dari anak seusiaku masih harus di temani
oleh orang tua untuk mengurusi segala keperluannya. Namun berbeda denganku
orang tuaku tidak pernah punya waktu untuk menemaniku, yang mereka tahu aku
adalah anak yang sudah harus mandiri tanpa harus selalu bergantung pada
mereka.
Saat itu aku memutuskan pindah
sekolah pada saat kelas 3 Smp. Aku pindah karena beberapa alasan. Tapi salah
satu alasannya adalah karena sekolahku yang dulu melaksanakan Ujian
Nasional tiga bulan lebih lambat dari
sekolah-sekolah pada umumnya. Dan aku tak suka dengan peraturan itu.
Kepindahanku ini mungkin bukan yang pertama kali. Sejak lulus sekolah dasar dan
masuk ke sekolah menengah pertama di raporku tercatat sudah dua kali pindah
sekolah. Tiap tahun ajaran baru aku masuk ke sekolah yang berbeda. Di kelas
tujuh aku masuk ke sekolah tsanawiyah kemudian orang tuaku memindahkanku
kedalam pesantren yang baru saja di rintis oleh temannya dan saat itu aku baru
masuk ke kelas delapan. Setahun di pesantren aku memutuskan untuk pindah
sekolah berhubung karena pesantren yang ku tempati adalah rintisan pertama dan
beberapa sarana dan prasarananya masih sangat kurang. Ujian nasionalnya pun
harus telat tiga bulan dari sekolah yang lainnya. Hal ini yang membuatku tidak
betah dan mengurusi sendiri kepindahanku ke sekolahku yang baru pada saat aku
sudah duduk di kelas sembilan.
Kepala sekolah menyambutku dengan
ramah ketika aku menawarkan diri untuk pindah kesekolah tersebut. Dan
alhamdulillah setelah berkas-berkas ku lengkapi aku sudah bisa masuk kesekolah
tersebut.
Teman masa lalu
-
Aku dan teman-temanku
July
Aku bernama july,
mungkin karena aku dilahirkan pada bulan juli makanya aku dinamakan demikian.
Aku Sangat mudah merajuk tapi sangat
mudah memaafkan. Mudah jatuh cinta sama seseorang tapi sangat cepat bosan. Suka
GR dan PD kalau sudah ada yang Muji. punya beberapa teman cewek yang sangat
baik dan perhatian. Suka nongkrong dipojokan kelas sambil makan somay. Bulan
pertama di sekolah yang baru langsung di kenal oleh guru dan senior dari
smk.
Reza
Sosok yang pertama kali aku tatap dalam kelas
saat memperkenalkan diri. Orangnya tinggi kurus dan paling sesuai denga tipe
aqilah. Hobbinya main gitar dan suka malakin murid cewek. Baik, humoris dan
jago bahasa inggris. Selalu meraih rangking tiga besar di kelas. Banyak adik
kelas yang diam-diam naksir ama dia termasuk aqilah. Banyak gosip yang beredar kalau dia pacaran
sama senior yang di Smk, tapi tidak pernah terbukti sih. Suka benget dengar
lagu yang bernada cadas ataupun rock.
Aku salah satu teman yang bisa di bilang yang paling sering sms-an
dengan dia tapi hanya sekedar sms tidak lebih.
Aqilah
Cewek manis yang
selalu tersenyum ramah kepadaku. Rambutnya ikal dan panjang. Hidungnya mangcung
dan mirip orang arab. Tidak tinggi dan tidak pendek amat. Sangat mudah bergaul,
pendiam sih nggak tapi tidak suka ngegosip. Paling suka makan bakso dan
menyukai tipe cowok yang tinggi kurus. Sangat amanah dalam menyimpan rahasia.
Makanya paling suka curhat ama dia.
Rian
Cowok yang pertama
kali senyum padaku di ruang perpustakaan. Yang selalu buat tingkah lucu tapi garing.
Sok ganteng tapi emang lumayan. Anak seorang kepala sekolah yang penampilannya
sangat biasa. Suka keringatan kalau udah beraktifitas banyak. Orangnya baik dan
sok romantis. Agak cabi sih soalnya tidak terlalu tinggi. Dia pernah minjamin
aku pulpen pada saat aku lupa bawa pulpen.
Fira
Kesan pertama
orangnya cantik dan manis. Tapi karena kurang akrab kelihatannya sangat jutek.
Baik sih, tapi orangnya jarang join dengan teman-teman lain. Dia lumayan akrab
dengan aqilah. Punya segudang rahasia yang selalu di ceritain sama aqilah.
Salah satu cewek yang selalu di ejekin pacaran dengan rian. Kelihatannya mereka
menyimpan perasaan yang sama tapi selama ini tak pernah jadian.
Shofi
Sahabat yang
sangat baik. Yang tahu semua tentangku dan akupun tahu semua tentangnya. Ada
beberapa orang yang bilang kami kembar di karenakan dia dan aku memiliki postur
tubuh yang sama. Cabi dan tidak terlalu tinggi. Kami sama-sama memiliki wajah
yang bulat. Sangat suka sama cowok dewasa. Orangnya moodian, jadi nggak bisa di
ajak ngobrol kalau lagi bete.
Dika
Ketua kelas yang
sangat disiplin. Dia teman sebangku aku. Aktif dalam organisasi sekolah baik
itu pbb,pramuka dan sebagainya. Orangnya tinggi dan berkulit sawo matang. Ngga
pernah minta di contekin saat ulangan padahal teman-teman yang lain biasanya
nanya sama aku. Orangnya sangat on time. Dia punya pacar setahun lebih tua di
atas kami. Selalu nawarin aku makan ke kantin pas lagi istirahat, ngajarin main
gitar dan suka nyanyi bareng denganku kalau lagi pelajaran kosong.
Yuni
Salah satu cewek
tomboy di kelas kami. Aku lumayan akrab dengannya. Dia selalu membela aku
ketika ada beberapa senior dari smk yang selalu gangguin aku (maklum saja dulu
kan murid baru). Cewek yang paling jarang jajan di kantin kecuali kami yang maksa
ngajakin dia. Aku pernah berantem dengan dia karena kesalah pahaman tentang
seseorang. Selalu iri sama shofi mengenai hal-hal yang menyangkut dengan cowok.
Langganan:
Postingan (Atom)




